Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Sejarah

Meluruskan Fakta Pertemuan Soeharto dan Sultan

Meluruskan Fakta Pertemuan Soeharto dan Sultan Pertemuan klandestin yang diabadikan dalam relief. Ada yang melenceng dari fakta sejarah. Relief pertemuan Sri Sultan Hamengkubuwono IX (kiri) & Letkol Soeharto (Foto: Repro "Takhta untuk Rakyat") LANGIT Kota Yogyakarta sudah gulita. Malam itu, 13 Februari 1949 , sekira pukul 11, Lettu Marsudi “menyelundupkan” Overste (letnan kolonel) Soeharto masuk kota dan k e raton. K omandan Wehrkreise (WK) III sek alig u s komandan Brigade X-Mataram itu dibawa menghadap Sri Sultan Hamengkubuwono (HB) IX dalam sebuah pertemuan klandestin. Sejak Agresi Militer Belanda II pada 19 Desember 1948, Yogyakarta berada di bawah kuasa Belanda. Propaganda diumbar Belanda bahwa RI dan TNI sudah punah. Tapi ada setitik terang di lorong gelap. Sultan yang saban tempo mendengar siaran radio mancan...

Razia Homoseksual Zaman Kolonial

Razia Homoseksual Zaman Kolonial Razia besar-besaran kaum homoseksual. Ada motif politik di balik gerakan antihomoseksual. Biro Polisi Susila. (geronimohoorspelen.nl). Tiga perempuan ditetapkan sebagai tersangka karena kampanye hitam. Dalam video yang viral, mereka menyebut jika Joko Widodo terpilih kembali menjadi presiden maka azan akan dilarang dan LGBT ( Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) akan dilegalkan. Selama ini memang kelompok LGBT mendapat penolakan dari berbagai kalangan dalam bentuk  aturan yang diterbitkan pemerintah-pemerintah daerah, persekusi, pemidanaan, pembubaran acara, dan sejumlah kekerasan lainnya.  Penolakan itu dengan berbagai alasan. Mulai soal moral, penyebab bencana, sampai keyakinan kalau kelompok LGBT telah dirasuki jin sehingga harus di- ruqyah . Upaya menghapus kelompok LGB...

Antara Perempuan dan Politik

Antara Perempuan dan Politik Supeni menolak pemisahan perempuan dari partai politik. Kritiknya tak asal bunyi, ia jadi tokoh penting dalam PNI. Supeni kala menemani Sukarno menyambut Putri Michiko dari Jepang. Sumber: Supeni Wanita Utusan Negara. PROKLAMASI mengubah konfigurasi politik. Ketiadaan musuh bersama membuat lelaki menjadi makin dominan dalam bidang politik sementara perempuan disingkirkan dan dianggap lebih layak bergerak di bidang sosial. Organisasi perempuan yang bercorak keagamaan, misalnya, kebanyakan berjalan dengan pembagian kerja model ini. Kecenderungan seperti itu dikritik para aktivis perempuan, salah satunya Supeni. Cora Vreede-de Stuers dalam Sejarah Perempuan Indonesia menyebut Supeni menolak keras pemisahan perempuan dan partai politik. Menurutnya, perempuan harusnya dianggap setara dan disamakan statusnya dengan lelaki untuk ikut andil dalam urusan-urusan politik. Pendapat...

Masjid Sukarno di Rusia

Masjid Sukarno di Rusia Kunjungan Sukarno ke Leningrad pada 1956 membawa berkah bagi muslim di kota itu. Masjid Agung St. Petersburg. MATA Presiden Megawati Sukarnoputri berkaca-kaca. Kisah tentang jasa mendiang Presiden Sukarno yang dibacakan Imam Besar Masjid Agung St. Petersburg, Zhapar N. Panchaev, membuatnya terharu, sewaktu berkunjung pada April 2003. Hampir 50 tahun lalu, Megawati –kala itu belum berusia sepuluh tahun– ikut rombongan ayahnya melakukan kunjungan kenegaraan ke Uni Soviet, Agustus-September 1956. Usai mengunjungi beberapa pabrik di Leningrad, rombongan Sukarno melanjutkan tur kotanya. Sewaktu melintasi Trinity Bridge, mata Sukarno terpaku pada bangunan biru berkubah di kejauhan. “Dalam taksiran Soekarno, bangunan itu jika sebuah masjid, mampu menampung lebih dari 3000 muslim bersembahyang berjamaah,” tulis ...

Teror di Masjid Al-Noor

Teror di Masjid Al-Noor Aksi terorisme terjadi di masjid tertua kedua di Selandia Baru dan salah satu masjid terjauh dari Kabah di Makkah. Masjid Al-Noor di Christchurch, Selandia Baru yang jadi sasaran terorisme hingga menewaskan puluhan jamaah Salat Jumat (Foto: Wikipedia) NEGERI Kiwi yang lazimnya tenang mendadak jadi sorotan dunia. Total 49 jemaah Salat Jumat di dua masjid di Kota Christchurch, Canterbury, Selandia Baru, meninggal dunia, Jumat siang, 15 Maret 2019 sekira pukul 13.40 waktu setempat. Perdana Menteri (PM) Selandia Baru, Jacinda Ardern, terpukul dan mengecam aksi terorisme itu. “Hari ini adalah salah satu hari paling kelam di Selandia Baru. Kita telah melihat kejadian yang belum pernah kita alami sebelumnya. Aksi ini hanya bisa dijelaskan sebagai serangan teroris,” kata Jacinda Ardern dalam konferensi pers den...

Masuknya Islam ke Selandia Baru

Masuknya Islam ke Selandia Baru Orang-orang muslim awal yang datang ke Selandia Baru. Salah satunya dari Jawa. Komunitas muslim di Selandia Baru. (Youtube Hudhud Now). Aksi terorisme terjadi di Selandia Baru pada Jumat, 15 Maret 2019. Pelaku utamanya, Brenton Tarrant, pria kulit putih berusia 28 tahun kelahiran Australia, menembaki kaum muslim di dua masjid di Christchurch. 50 orang meninggal, satu di antaranya warga negara Indonesia. Aksi biadab itu menjadi peristiwa kelam bagi warga muslim di Selandia Baru yang telah berusia lebih dari seabad. Muslim pertama yang masuk ke Selandia Baru berasal dari Cina. Mereka datang untuk bekerja di pertambangan emas. Mereka disebut dalam sensus tahun 1874. Sensus itu, menurut Erich Kolig dalam New Zealand's Muslims and Multiculturalism, mendaftar 17 “ Mohamatans” atau “Mahometans", semuanya laki-laki, di antaranya 15 orang Cina ...

Orang Indonesia di Kamp Konsentrasi Pertama Nazi

Orang Indonesia di Kamp Konsentrasi Pertama Nazi Dia mati di kamp konsentrasi Nazi yang paling ditakuti. Heinrich Himmler, kepala SS, menginspeksi Kamp Konsentrasi Dachau pada 8 Mei 1936. (Friedrich Franz Bauer/Bundesarchiv). Pada 22 Maret 1933 Kamp Konsentrasi Dachau dibuka. Inilah kamp konsentrasi pertama yang dibangun Nazi-Jerman. Kamp ini juga beroperasi terlama sampai 29 April 1945. Jumlah tahanan diperkirakan mencapai 188.000 orang . Korban meninggal yang ter catat sebanyak 32.000, namun ribuan lainnya tak tercatat . Sekitar 10.000 dari 30.000 tahanan dalam keadaan sakit pada saat pembebasan. Salah satu korban meninggal berasal dari Indonesia: R.M. Sidartawan. Sidartawan, mahasiswa hukum di Universitas Leiden sejak 1929. Dia menjabat sekretaris Perhimpunan Indonesia , organisasi mahasiswa Indonesia di Belanda . ...

Menanti RUU PKS Disahkan

Menanti RUU PKS Disahkan Proses panjang RUU PKS. Bermula dari keresahan pada 2001, masih bergulir hingga kini. KASUS Agni dan Universitas Gadjah Mada yang berakhir “damai” juga kasus Baiq Nuril yang berakhir pemenjaraan dengan jerat UU ITE menambah panjang deretan kasus kekerasan seksual di tanah air. Mayoritas kasus itu berakhir menyedihkan. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dalam laporannya menyebutkan, pada 2018 ada 7.238 kasus kekerasan seksual terhadap perempuan. Catatan Tahunan (Catahu) Komnas Perempuan yang dihimpun dari berbagai layanan aduan, menununjukkan jumlah kekerasan seksual pada 2017 mencapai 384.446 laporan. Aduan dari para korban yang langsung masuk ke Komnas Perempuan mencapai 1.301 laporan. Angka-angka tersebut baru mencakup kekerasan seksual yang dilaporkan. Padahal, keberanian korban untuk melaporkan kasus yang mereka alami masih rendah. Minimnya kebera...

Orang Indonesia yang Jadi Korban Nazi

Orang Indonesia yang Jadi Korban Nazi Orang Indonesia yang mati dan selamat dari kamp konsentrasi Nazi. Para tahanan bekerja paksa di Kamp Neuengamme. (kz-gedenkstaette-neuengamme.de). Nazi-Jerman menduduki Belanda pada 10 Mei 1940. Mahasiswa Indonesia dalam Perhimpunan Indonesia ikut melakukan verzet atau perlawanan. Beberapa dari mereka tertangkap bahkan mati di kamp konsentrasi Nazi, seperti Sidartawan dan Moen Soendaroe. Sedangkan Irawan Surjono tewas ditembak Nazi ketika berusaha melarikan diri dari razia. Penangkapan Soendaroe berawal dari tertangkapnya Stijntje "Stennie" Gret, kekasih Djajeng Pratomo di Rotterdam. Polisi politik Nazi (Sicherheitsdienst) pun mengetahui alamat Djajeng Pratomo di Den Haag. “Tanggal 18 Januari 1943 Sicherheitsdienst melancarkan penggerebekan. Djajeng dan teman sekamarnya, Moen Soendaroe ditahan,” tulis Harry A. Poeze dalam Di Negeri Penjajah . Djaj...