Meluruskan Fakta Pertemuan Soeharto dan Sultan Pertemuan klandestin yang diabadikan dalam relief. Ada yang melenceng dari fakta sejarah. Relief pertemuan Sri Sultan Hamengkubuwono IX (kiri) & Letkol Soeharto (Foto: Repro "Takhta untuk Rakyat") LANGIT Kota Yogyakarta sudah gulita. Malam itu, 13 Februari 1949 , sekira pukul 11, Lettu Marsudi “menyelundupkan” Overste (letnan kolonel) Soeharto masuk kota dan k e raton. K omandan Wehrkreise (WK) III sek alig u s komandan Brigade X-Mataram itu dibawa menghadap Sri Sultan Hamengkubuwono (HB) IX dalam sebuah pertemuan klandestin. Sejak Agresi Militer Belanda II pada 19 Desember 1948, Yogyakarta berada di bawah kuasa Belanda. Propaganda diumbar Belanda bahwa RI dan TNI sudah punah. Tapi ada setitik terang di lorong gelap. Sultan yang saban tempo mendengar siaran radio mancan...