Skip to main content

Diah Permata Sirait


| ABOUT ME | DIAH PERMATA SIRAIT 
Pepatah bilang, tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta ,tak cinta maka tak nikah. Haha, jadi ngaur deh ! Okay,langsung aja ya. Nama aku Diah Permata Sirait kalian bisa panggil aku Diah, Di atau apa saja selama kalian nyaman. Senyam kayak sama Doi. Haha.  Aku Mahasiswi semester 2 di Politeknik Negeri Medan Jurusan Administrasi Niaga Program Studi MICE. Kalau alamat aku gak ngasih alamat yang detail ya,you know lah kenapa. Alamatku di Delitua,Sumatera Utara, Indonesia.Golongan darah masih tetap O. Hobby masih sama kayak waktu kecil dulu; Menulis, Menggambar,Buat Video Konten Menarik atau Editing, Mendengar musik dan Memasak.
Aku itu penyuka Mie dan Kopi, lebih tepatnya suka  Caramel Macchiato dan Mattcha Latte. Suka juga sama oppa-oppa korea, EXO tapi gak sesuka kayak aku suka Doi.
Selain nulis di Blog, aku juga suka nulis di Wattpad, Joylanda, dan aplikasi menulis lainnya serta akan meranjak terjun ke dunia perkomikan atau Webtoon. Hehe doakan saja ya guys (.
Jangan tanyacita-cita ku apa, masih sama kok. Aku ingin menjadi Sutradara di semua tulisanku yang kelak semoga akan menjadi film atau menjadi Pengusaha atau Owner Event Organizer di Sumatera Utara.
Aku masih single high quality kok (. Kalau kalian penasaran tentang keseharianku cek aja akun aku: IG: diahpermatasirait , ID Line: Diahpermatasirait , WA: 082294297160 (Wattpad Squad) .
Terima kasih sudah repot-repot membaca profil ku yang sumpah gak baeut ini :D . Sekian (


Comments

Popular posts from this blog

Menanti RUU PKS Disahkan

Menanti RUU PKS Disahkan Proses panjang RUU PKS. Bermula dari keresahan pada 2001, masih bergulir hingga kini. KASUS Agni dan Universitas Gadjah Mada yang berakhir “damai” juga kasus Baiq Nuril yang berakhir pemenjaraan dengan jerat UU ITE menambah panjang deretan kasus kekerasan seksual di tanah air. Mayoritas kasus itu berakhir menyedihkan. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dalam laporannya menyebutkan, pada 2018 ada 7.238 kasus kekerasan seksual terhadap perempuan. Catatan Tahunan (Catahu) Komnas Perempuan yang dihimpun dari berbagai layanan aduan, menununjukkan jumlah kekerasan seksual pada 2017 mencapai 384.446 laporan. Aduan dari para korban yang langsung masuk ke Komnas Perempuan mencapai 1.301 laporan. Angka-angka tersebut baru mencakup kekerasan seksual yang dilaporkan. Padahal, keberanian korban untuk melaporkan kasus yang mereka alami masih rendah. Minimnya kebera...

Masjid Sukarno di Rusia

Masjid Sukarno di Rusia Kunjungan Sukarno ke Leningrad pada 1956 membawa berkah bagi muslim di kota itu. Masjid Agung St. Petersburg. MATA Presiden Megawati Sukarnoputri berkaca-kaca. Kisah tentang jasa mendiang Presiden Sukarno yang dibacakan Imam Besar Masjid Agung St. Petersburg, Zhapar N. Panchaev, membuatnya terharu, sewaktu berkunjung pada April 2003. Hampir 50 tahun lalu, Megawati –kala itu belum berusia sepuluh tahun– ikut rombongan ayahnya melakukan kunjungan kenegaraan ke Uni Soviet, Agustus-September 1956. Usai mengunjungi beberapa pabrik di Leningrad, rombongan Sukarno melanjutkan tur kotanya. Sewaktu melintasi Trinity Bridge, mata Sukarno terpaku pada bangunan biru berkubah di kejauhan. “Dalam taksiran Soekarno, bangunan itu jika sebuah masjid, mampu menampung lebih dari 3000 muslim bersembahyang berjamaah,” tulis ...

Duit

Duit Ini perkara duit. Teryata duit dari zaman dahulu kala selalu bikin jadi perkara.                   SEMUA orang di negeri ini tahu kalau memberantas korupsi itu lebih sulit daripada memberantas ketombe. Itu sebabnya Indonesia butuh lebih dari sekadar sampo anti-ketombe. Memerangi korupsi sudah dilakukan semenjak awal republik ini berdiri. Beragam lembaga telah didirikan, berbagai cara telah dilakukan, tapi rupanya korupsi bukan lagi wabah yang bisa dibasmi begitu saja. Prilaku koruptif seperti telah bermimikri jadi gaya hidup. Celakanya lagi, mengutip Bung Hatta pada 1970-an ketika mega korupsi Pertamina terjadi, “Korupsi telah jadi budaya,” katanya. Mungkin kecenderungan yang sama sudah diendus lebih dulu oleh antropolog Professor Koentjaraningrat yang menulis bahwa orang Indonesia itu punya “mentalitas menerabas”, berani melanggar hukum demi cepat sampai tujuan. Cepat kaya salah satunya. Di zaman yang s...