Skip to main content

Pengertian Phrasa (Frasa)

Hai Hai ketemu lagi sama penulis yang absurb 
Sebebelumnya saya mau nyapa dulu 
Apa kabar semuanya.? Baik Thor 
*Yang nanya siapa yang jawab siapa 
Dikesempatan kali ini saya mau membagikan sesuatu..
Apa ya? Kok mendadak lupa gini 
Hehe becanda kok.
Saya udah ingat mau membahas apa.
Ye... Yaitu Phrase (Frasa)
   Bagian yang lebih kecil dari kalimat atau sentence adalah 
Phrased (Frasa) yang dalam bahasa Indonesia artinya frasa.
Frasa adalah Gabungan dua Kata atau lebih yang sifatnya tidak prediktif.
Frasa ini tidak memiliki subjek atau predikat, hanya gabungan beberapa Kata saja dan merujuk kepada 1 makna.
Frasa memiliki 2 unsur yaitu Head ( Inti/indul/frasa/yang diterangkan) dan Modifier (yang menerangkan).
Coba deh perhatikan contoh berikut ini.
✒Lazy Student.
Kata Lazy merupakan Modifier atau sesuatu yang menerangkan student yang merupakan Head atau inti dari frasa tersebut.
✒Drawing Book
Kata drawing merupakan Modifier atau sesuatu yang menerangkan book merupakan Head.
✒Match Teacher
Kata Math merupakan Modifier atau sesuatu yang menerangkan teacher yang merupakan Head.
Dari tiga contoh diatas bisa disimpulkan kalau sebuah frasa inti maknanya ada di belakang.
Susunan frasa dalam bahasa inggris terbalik dengan bahasa Indonesia.
Bahasa Indonesia
Gadis cantik
Mesin cuci
Susu pembersih
Sepeda motor
Bahasa Inggris
Beautiful girl
Washing machine
Milk cleanser
Motorcycle
Nah udah jelas kan cara membuat frasa dalam bahasa inggris ? 
Kalau kamu udah paham jangan sampai keliru lagi ya.

Comments

Popular posts from this blog

Contoh Paragraf Simple Past Tense, Cerita Seru Masa Lalu

Sebelum lanjut, saya cerita sebentar pengalaman menulis artikel ini. Tulisan ini sudah tertunda beberapa minggu. Kenapa gitu? Selain belum ada ide yang berkelebat di kepala, seminggu lalu saya pulang kampung. Ah, namanya juga di kampung halaman, ya tentu banyak godaan yang bikin nggak fokus kerja. Biasalah, kumpul sama keluarga adalah prioritas utama setiap pulang kampuang (hashtag: edisi anak rantauan). Setelah abis masa liburan, saya buka laptop dan nemu artikel tentang contoh paragraf Simple Past Tense ini masih ajah nongkrong di folder draft. Mau nggak mau, akhirnya keluarin jurus pemungkas deh. Apa itu? ”Force yourself!” Yap, memaksa diri biar ngeluarin semua ide. Apapun yang terjadi, harus tetap memaksa diri untuk tetap berkarya bahkan kalau sampai  Zombie Apocalypse  (koq jadi nyambung ke  Walking Dead  sih). Intinya, pekerjaan nggak bakal selesai kalau cuma diliatin doang. Untuk itu saya mau lanjut bikin contoh paragraf Simple Past Tense. Ingat ya, i...

Menanti RUU PKS Disahkan

Menanti RUU PKS Disahkan Proses panjang RUU PKS. Bermula dari keresahan pada 2001, masih bergulir hingga kini. KASUS Agni dan Universitas Gadjah Mada yang berakhir “damai” juga kasus Baiq Nuril yang berakhir pemenjaraan dengan jerat UU ITE menambah panjang deretan kasus kekerasan seksual di tanah air. Mayoritas kasus itu berakhir menyedihkan. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dalam laporannya menyebutkan, pada 2018 ada 7.238 kasus kekerasan seksual terhadap perempuan. Catatan Tahunan (Catahu) Komnas Perempuan yang dihimpun dari berbagai layanan aduan, menununjukkan jumlah kekerasan seksual pada 2017 mencapai 384.446 laporan. Aduan dari para korban yang langsung masuk ke Komnas Perempuan mencapai 1.301 laporan. Angka-angka tersebut baru mencakup kekerasan seksual yang dilaporkan. Padahal, keberanian korban untuk melaporkan kasus yang mereka alami masih rendah. Minimnya kebera...

Masjid Sukarno di Rusia

Masjid Sukarno di Rusia Kunjungan Sukarno ke Leningrad pada 1956 membawa berkah bagi muslim di kota itu. Masjid Agung St. Petersburg. MATA Presiden Megawati Sukarnoputri berkaca-kaca. Kisah tentang jasa mendiang Presiden Sukarno yang dibacakan Imam Besar Masjid Agung St. Petersburg, Zhapar N. Panchaev, membuatnya terharu, sewaktu berkunjung pada April 2003. Hampir 50 tahun lalu, Megawati –kala itu belum berusia sepuluh tahun– ikut rombongan ayahnya melakukan kunjungan kenegaraan ke Uni Soviet, Agustus-September 1956. Usai mengunjungi beberapa pabrik di Leningrad, rombongan Sukarno melanjutkan tur kotanya. Sewaktu melintasi Trinity Bridge, mata Sukarno terpaku pada bangunan biru berkubah di kejauhan. “Dalam taksiran Soekarno, bangunan itu jika sebuah masjid, mampu menampung lebih dari 3000 muslim bersembahyang berjamaah,” tulis ...